Pemerintah Berembuk untuk Jaga Inflasi

By Admin

nusakini.com--Pada Maret 2017, terjadi deflasi sebesar 0,02% (mtm), secara tahunan mencapai 3,61% (yoy), sehingga inflasi sepanjang tahun 2017 sebesar 1,19% (ytd). Dilihat dari komposisinya, komponen volatile food (VF) mengalami deflasi 0,77%, sementara komponen administered price (AP) masih mengalami inflasi sebesar 0,37%. 

  Inflasi AP tersebut berasal dari kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) tahap kedua dan kenaikan harga bahan bakar khusus seperti pertalite, pertamax, dan pertamax plus. 

“Untuk itu, kita perlu berembuk untuk mengendalikan volatile food agar tidak bergejolak di tengah adanya tekanan administered price. Kita perlu mendapatkan titik optimum di antara dua hal itu, termasuk untuk persiapan menjelang puasa dan lebaran” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat memimpin Rapat Koordinasi Pembahasan Inflasi di Jakarta. 

  Hadir dalam rakor ini antara lain Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowadojo, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud, dan pejabat kementerian/lembaga terkait. 

  Mendag Enggar turut menjelaskan kondisi stok dan harga beberapa komoditas pangan di lapangan. Pihaknya akan terus mengusahakan kecukupan stok dan stabilitas harga pangan, khususnya untuk Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. (p/ab)